PENERAPAN TERAPI PERNAPASAN BIBIR TERTUTUP DAN POSISI SEMI FOWLER UNTUK MENGURANGI SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA BRONKIAL
DOI:
https://doi.org/10.33088/jptk.v12i1.1107Kata Kunci:
Asthma bronchial, shortness of breath, pursed lip breathing, semi-fowler positionAbstrak
Asma bronkhial penyakit yang tidak menular dimana saluran pernafasan menyempit akibat aktivitas yang berlebihan sebagai respon tubuh terhadap rangsangan tertentu. Prevalensi asma di Indonesia adalah 13 per 1.000 penduduk.Angka kejadian asma tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah sebesar 7,8% dan di Nusa Tenggara Timur sebesar 7,3%. Faktor risiko asma bronkhial adalah faktor internal dan eksternal. Peradangan yang berhubungan dengan bronkospasme melibatkan kerusakan pada otot polos bronkus mengakibatkan sesak nafas disertai bunyi nafas mengi. Penyempitan saluran nafas menyebabkan sesak nafas dan dapat menimbulkan dampak buruk penderitanya. Salah satu tindakan non-farmakologis yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya, serta efek samping adalah tindakan PLB dan posisi semi fowler bertujuan untuk mengurangi sesak nafas pada pasien asma bronkhial. Tindakan ini dilakukan 5-8 kali selama 15 menit. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus deskriptif, jumlah sampel dalam penelitian adalah 1 pasien. Hasil studi kasus, dapat diketahui setelah dilakukan tindakan PLB dan posisi semi fowler selama 15 menit perhari, waktu 3 hari pola nafas membaik dengan hasil nilai RR dan SpO₂ yaitu RR: 22 x/menit, SpO₂: 99%.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 mona melisa, Hendri Heriyanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















