Poltekkes Kemenkes Bengkulu Gelar B-ICON 2026, Perkuat Kolaborasi Global melalui Pendekatan One Health in Action

BENGKULU – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu menyelenggarakan The 6th Bengkulu International Conference on Health (B-ICON) 2026 pada 27–29 Oktober 2026 di Auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Mengusung tema “One Health in Action: Addressing Infectious Diseases and Emerging Health Threats”, konferensi ilmiah internasional ini menjadi wadah kolaborasi akademisi, peneliti, dan tenaga kesehatan dalam merespons tantangan penyakit menular serta ancaman kesehatan yang terus berkembang.

Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran (hybrid), baik luring maupun daring, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M. Penyelenggaraan B-ICON 2026 mencerminkan komitmen Poltekkes Kemenkes Bengkulu dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi kesehatan, dan kerja sama riset di tingkat nasional maupun internasional.

Mengedepankan Pendekatan One Health in Action

Pendekatan One Health menjadi fokus utama B-ICON 2026 karena kesehatan manusia memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan hewan dan kondisi lingkungan. Berbagai tantangan kesehatan, seperti demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TBC), dan resistensi antimikroba, membutuhkan penanganan terpadu melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor.

Melalui tema tersebut, B-ICON 2026 mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman ilmiah untuk memperkuat strategi pencegahan, pengendalian penyakit, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman kesehatan baru.

Menghadirkan Partisipasi dan Perspektif Internasional

B-ICON 2026 menerima sebanyak 51 makalah ilmiah dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, baik dalam maupun luar negeri. Partisipasi tersebut melibatkan Universitas Bengkulu, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Poltekkes Kemenkes Malang, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Palembang, Lincoln University College Malaysia, Boromarajonani College of Nursing Phayao Thailand, University of Glasgow Inggris, serta University of Luzon Filipina.

Keikutsertaan berbagai institusi tersebut memperkuat posisi B-ICON sebagai forum pertukaran gagasan, diseminasi hasil penelitian, dan pengembangan jejaring akademik di bidang kesehatan.

Lima Pakar Bahas Isu Strategis Kesehatan

Sesi pleno menghadirkan lima pakar yang membahas berbagai isu strategis sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono dari Universitas Indonesia membahas epidemiologi dan kesehatan masyarakat, khususnya penguatan sistem surveilans serta strategi kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah. Sementara itu, Dr. Deri Kermelita dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu mengulas pengendalian penyakit berbasis vektor dan entomologi, dengan penekanan pada penanganan DBD melalui pengelolaan lingkungan terpadu.

Perspektif lain disampaikan oleh Dr. Yong Heng Yaw dari IMU University, Malaysia, yang membahas keterkaitan gizi, keamanan pangan, dan pencegahan penyakit tular makanan. Dr. Thanee Glomjai dari Boromarajonani College of Nursing Phayao, Thailand, menyoroti peran keperawatan dan asuhan klinis dalam merespons penyakit menular serta penerapan standar pencegahan infeksi.

Adapun Faiz Ullah Khan, Ph.D., dari Peking University, Tiongkok, membahas peran farmasi klinis dan strategi pencegahan resistensi antimikroba pada tingkat nasional maupun global.

Ragam perspektif tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan serta memahami pentingnya integrasi berbagai disiplin ilmu dalam menjawab persoalan kesehatan.

Memperkuat Sinergi dan Publikasi Ilmiah

Rangkaian pembukaan B-ICON 2026 turut diisi dengan sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Linda, SST, M.Kes; Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang diwakili secara daring oleh Direktur Penyediaan SDM Kesehatan, dr. Ika Trisia, MKM; serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, S.Pd., MKM.

Kegiatan juga dihadiri mahasiswa internasional dari Universitas Bengkulu dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang sedang menempuh pendidikan di Kota Bengkulu, menambah dimensi pertukaran budaya dan akademik dalam forum tersebut.

Setelah sesi pleno pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi makalah secara paralel. Makalah terpilih berkesempatan diterbitkan dalam Proceeding of B-ICON maupun jurnal nasional terakreditasi yang bermitra dengan B-ICON 2026.

Melalui penyelenggaraan B-ICON 2026, Poltekkes Kemenkes Bengkulu berharap dapat memperkuat jejaring riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mendorong kolaborasi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan lintas wilayah dan negara.

Konferensi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi pendidikan tinggi kesehatan dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi penyakit menular dan ancaman kesehatan global.

Informasi lebih lanjut:
Website: https://biconhealth.poltekkesbengkulu.ac.id
Email: biconhealth@poltekkesbengkulu.ac.id

Humas Poltekkes Kemenkes Bengkulu